1. Tentang
Tanaman Pisang
Pisang bisa
disebutkan sebagai buah kehidupan. Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat
dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan
memperlancar pengiriman oksigen ke otak. Pisang telah lama akrab dengan
masyarakat Indonesia, terbukti dari seringnya pohon pisang digunakan sebagai
perlambang dalam berbagai upacara adat. Pohon pisang selalu melakukan
regenerasi sebelum berbuah dan mati, yaitu melalui tunas-tunas yang tumbuh pada
bonggolnya. Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia
Tenggara, Papua dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di
Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembap, terutama di
dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang
dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik,
negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama
pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal
sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.
Pisang
budidaya pada masa sekarang dianggap merupakan keturunan dari Musa acuminata
yang diploid dan tumbuh liar. Genom yang disumbangkan diberi simbol A.
Persilangan alami dengan Musa balbisiana memasukkan genom baru, disebut B, dan
menyebabkan bervariasinya jenis-jenis pisang. Pengaruh genom B terutama
terlihat pada kandungan tepung pada buah yang lebih tinggi. Secara umum, genom
A menyumbang karakter ke arah buah meja (banana), sementara genom B ke arah
buah pisang olah/masak (plantain). Hibrida M. acuminata denganM. balbisiana ini
dikenal sebagai M. ×paradisiaca. Khusus untuk Kelompok AAB, nama Musa sapientum
pernah digunakan.
Mengikuti
anjuran Simmonds dan Shepherd yang karyanya diterbitkan pada tahun 1955,
klasifikasi pisang budidaya sekarang menggunakan nama-nama kombinasi genom ini
sebagai nama kelompok budidaya (cultivar group). Sebagai contoh, untuk pisang
Cavendish, disebut sebagaiMusa (AAA group Dessert subgroup) 'Cavendish'. Di
bawah kelompok masih dimungkinkan pembagian dalam anak-kelompok (subgroup).
Lihat pula artikel Musa untuk pembahasan lebih mendalam.
Pisang
secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya sedikit yang
dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur,
seperti 'Gros Michel' dan 'Cavendish'. Jenis-jenis lain biasanya ditanam
berkelompok di pekarangan, tepi-tepi lahan tanaman lain, serta tepi sungai.
Ada dua
jenis pisang yang terkenal di Indonesia yaitu :
1. Musa Sapientum (banana) , yang termasuk
kedalam jenis ini misalnya pisang ambon, ambon lumut, raja, raja sereh, mas,
susu, dan barangan. Buah jenis ini lebih enak dimakan langsung ketika segar.
2. dan Musa Paradisiaca (plantain), Yang
termasuk ke dalam jenis Musa Paradisiaca misalnya pisang tanduk, oli, nangka,
kapas, batu, dan kepok. Pisang jenis ini akan lebih enak bila dimakan setelah
di olah seperti di kolak, dikukus, atau diolah menjadi pisang selai, keripik
atau tepung pisang.
2. Pohon
Agribisnis Pisang
2.1 Akar /
Bonggol Pisang
a. Obat
Air bonggol
pisang kepok dan klutuk juga diketahui dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan
penyakit disentri, pendarahan usus, obat kumur serta untuk memperbaiki
pertumbuhan dan menghitamkan rambut. Radang
Tenggorokan / Amandel Bonggol pisang kepok
diparut dan diperas untuk diambil airnya. Gunakan air tersebut, untuk berkumur.
Lakukan hal ini 3x sehari. Disentri Cara I : Bonggol pisang batu diparut dan diperas untuk
diambil airnya sebanyak ½ gelas. Ramuan ini untuk diminum 3x . Cara II : 2 bunga
pisang kepok setelah dicuci bersih, lalu dikunyah dan ditelan airnya.
b.
Keripik
Kebutuhan
bahan untuk membuat keripik bonggol pisang terdiri atas bonggol pisang, natrium
bisulfit, garam, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, merica, dan air.
Sedangkan piranti yang mesti disiapkan adalah pisau, baskom, wajan, ember,
kompor, talenan, dan alat penunjang lainnya.
Cara
membuatnya, ambil bonggol pisang, lalu kupas kulit luarnya, dan dicuci dengan
air bersih. Bonggol diiris menjadi irisan-irisan tipis sekitar 0,5 cm. Irisan
bonggol direndam dalam larutan natrium bisulfit satu persen selama 2-3 menit
(Pedomannya: 1 gram natrium bisulfit dicairkan ke dalam 1 liter air). Setelah
direndam, irisan bonggol ditiriskan.
Selanjutnya,
bumbu-bumbu ditumbuk sampai halus, lalu dimasukkan ke dalam baskom dan
tambahkan sedikit air. Rendam irisan bonggol dalam baskom yang berisi bumbu,
lalu diaduk sampai rata, dan biarkan sekitar 5-10 menit agar bumbunya meresap.
Irisan
bonggol yang telah dibumbui itu digoreng, sambil dibolak-balik hingga
kematangan merata. Angkat dan tiriskan. Akhirnya, jadilah keripik bonggol
pisang yang dikemas dalam kantong plastik.
2.2 Batang
Batang pisang yang tidak dipakai biasanya langsung
dibuang atau untuk menahan laju air tapi selain itu batang pisang juga bisa
digunakan untuk pakan ternak karena kandungan yang terkandung di dalam batang
pisang dapat meningkatkan gizi pada ternak tersebut sehingga akan meningkatkan
kualitas dari ternak tersebut.
2.3 Kulit
Proses pembuatan nata kulit pisang yang pertama
adalah mengerok kulit bagian dalam buah pisang. Hasil kerokan itu kemudian
diblender dan dicampur air bersih dengan perbandingan 1 : 2, lalu disaring guna
mendapatkan air perasan. Setelah itu ditambahkan asam cuka biasa dengan ukuran
4-5 persen dari volume air perasan. Jika menggunakan asam cuka absolut maka
cukup 0,8 persen. Ditambahkan juga pupuk ZA sebanyak 0,8 persen dari larutan,
dan gula pasir sebanyak 10 persen. Bahan-bahan tersebut dicampurkan untuk
kemudian dipanaskan sampai mendidih.
Asam cuka dan pupuk ZA berfungsi untuk media hidup
bagi bakteri Acetobacter xylinum. Bakteri ini membutuhkan nitrogen dari pupuk
ZA dan keasaman dari cuka. Acetobacter xylinum inilah yang nanti akan membentuk
nata.
Setelah mendidih lalu dituangkan dalam
cetakan-cetakan. Dengan ketinggian cairan adonan lebih kurang 2-3 cm di setiap
cetakan. Setelah dingin, dimasukkan bakteri Acetobacter xylinum-yang bisa
dibeli dalam bentuk cairan-sebanyak 10 persen dari campuran. Sebelum memasukkan
bakteri, adonan harus benar-benar dingin, sebab kalau masih panas bakteri akan
mati. Setelah itu, cetakan ditutup dengan kertas koran. Ini supaya udara tetap
bisa masuk melalui pori-pori kertas. Setelah dua minggu, cetakan baru boleh
dibuka. Adonan pun akan berubah menjadi berbentuk gel.
Nata lalu diiris-iris, dicuci, dan diperas sampai
kering. Untuk selanjutnya direbus lagi dengan air lebih kurang dua kali
rebusan. Ini berfungsi untuk menghilangkan aroma asam cuka. Setelah selesai,
nata bisa dicampur dengan sirop atau gula sesuai selera. Campuran rasa
diperlukan karena nata berasa tawar. Nata dari kulit pisang pun siap disajikan
untuk minuman, maupun makanan kecil lain. Diketahui dari 100 gram nata kulit
pisang mengandung protein sebanyak 12 mg. Das Salirawati mengungkapkan,
penelitian itu akan dilanjutkan untuk mencari ketebalan nata yang paling
optimal. Dari percobaan awal, diketahui dari ketebalan cairan adonan dua cm
diperoleh nata lebih kurang 1,5 cm. Masyarakat dipersilakan jika ingin mencoba
membuat nata dari kulit pisang.
2.4 Bunga
Untuk membuat dendeng jantung pisang perlu
disiapkan sejumlah bahan, meliputi empat buah jantung pisang, satu sendok makan
ketumbar, 50 gr ikan teri, 10 siung bawang merah, dan empat siung bawang putih.
Sedangkan kebutuhan peralatan terdiri atas pisau, kukusan, penumbuk, dan
tampah.
Cara membuatnya, ambil jantung pisang yang masih
segar. Buang kelopak bagian luar hingga tampak kelopak dalamnya berwarna putih
kemerah-merahan. Jantung pisang tersebut direbus sampai lunak. Lalu ditumbuk
sampai halus.
Selanjutnya, bumbu-bumbu ditumbuk lalu dimasak
dalam wajan. Setelah itu, tumbukan jantung pisang dimasukkan ke dalam wajan
berisi bumbu. Diaduk-aduk sampai merata, lalu tambahkan gula merah. Jika sudah
masak, silakan diangkat dan segera dicetak di atas tampah. Jadilah dendeng
jantung pisang yang telah dicetak. Dendeng tersebut dijemur selama 2-3 hari
hingga kering. Lantas, digoreng hingga masak, dan akhirnya dikemas dalam
kantong plastik.
2.5 Buah
Makanan
Sale pisang Bahan : 10 buah pisang ambon, 100 gr
tepung beras, 50 gr tepung sagu, ½
sendok teh kapur sirih, ¼ sendok teh, 2
sdm vanili, Gula pasir secukupnya , 200 ml air. Cara membuat : Kupas pisang
lalu belah empat, jemur hingga kering, Setelah kering, goreng pisang hingga
matang dan kering. Angkat dan tiriskan. Campur tepung beras , tepung sagu, air
kapur sirih , vanili, gula pasir , dan air aduk hingga adonan tercampur rata.
Celupkanlah pisang sale ke dalam adonan tepung , goreng dalam minyak panas
hingga matang dan kering. Angkat dan tiriskan. Sale pisang siap disajikan
Minuman
BANANA MILKSHAKE Bahan 500 cc susu murni dingin ,
25cc simple syrup , 100 gram whipped cream kocok, 2 buah pisang ambon. Cara
Membuat : Potong – Potong pisang Campur susu murni dan simple syrup dengan ¾
jumlah potongan pisang. Blender hingga tercampur rata, kurang lebih 3 menit.
Siapkan gelas tinggi, tata sisa potongan pisang di dasar gelas, tutup dengan whipped cream kocok. Tuang campuran pisang , susu, dan simple syrup
yang telah di blender ke dalam gelas , jangan sampai penuh. Tutup dengan tambahan
whipped cream kocok, dan beri hiasan potongan pisang. Sajikan dalam keadaan
dingin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar