Jumat, 31 Oktober 2014

Teori dan Aplikasi Maslow




Teori Hierarki Maslow
Inti teori Maslow ialah bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki . Tingkat kebutuhan yang paling rendah ialah kbutuhan fisikologis dan tingkat yang tertinggi ialah kebutuhan akan perwujudan diri1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
a.      Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;
b.  Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
c.     Kebutuhan akan kasih sayang (love needs);
d.    Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan
e.  Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
               
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.

Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.

Piramida Maslow

 


Aplikasi Teori Maslow
Karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peran utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan. Seorang memulai karirnya dari bawah dengan bekerja menjadi karyawan di suatu perusahaan .Karyawan tersebut berfikir setelah ia bekerja ia akan mendapat penambahan pendapatan untuk mendapatkan makanan agar ia terhindar dari keadaan yang sangat ekstrim misalnya kelaparan. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini, perusahaan harus memiliki solusi seperti , tunjangan ekstra untuk konsumsi, akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas  individu dalam organisasi.

Di dalam perusahaan karyawan membutuhkan rasa aman agar tidak terjadi hal yang tidak disangka , berbahaya , atau kalut disaat bekerja.  Untuk dapat memotivasi karyawannya, seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja, kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan misalnya pemberian asuransi.

Dalam perusahaan karyawan menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu , ia ingin berasosialisi dengan rekan lain , diterima , berbagi , dan menerima sikap persabahatan dan afeksi. Seharusnya di level ini manajer meberi motivasi kepada karyawan untuk memiliki rasa atas misi dan visi perusahaan dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi perusahaan. Antara pengembangan pribadi dan perusahaan agar memberi hubungan baik yang hasilnya dirasakan secara timbal balik.

Banyak karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan bukan karena kompensasi gajinya yang kurang melainkan karena tidak ada lagi tantangan di tempat mereka bekerja. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah, kebutuhan akan penghargaan ini jarang sekali terpenuhi secara sempurna.

Jika semua kebutuhan karyawan dari kebutuhan primer , rasa aman , rasa ingin dicintai , dan penghargaan sudah terpenuhi berarti karyawan ini sudah mencapai kematangan psikologis, karyawan yang sudah mencapai kematangan ini dapat menunjukan kemampuan – kemampuan dan menunjukan tentang siapa dirinya.